Cara Memanen Porang

Cara Memanen Porang

Cara memanen porang berikut ini harus Anda perhatikan agar tanaman porang Anda bisa menghasilkan umbi dengan kualitas unggul.

Porang merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak diminati saat ini, khususnya di pasar ekspor.

Umbi porang dari Indonesia memiliki pasar ekspor di negara-negara besar seperti Jepang, China, Taiwan, Australia, dan Vietnam.

Cara Memanen Porang

Umbi porang bisa dipanen 7 bulan setelah masa tanam jika benih yang disemai berasal dari umbi. Namun, jika menggunakan bibit umbi katak atau bubil, porang baru bisa dipanen pada umur 18-24 bulan setelah masa tanam.

Cara memanen umbi porang sebenarnya cukup dengan menggali umbinya dengan hati-hati seperti panen tanaman umbi pada umumnya.

Umbi Porang bisa dijual dalam bentuk basah maupun kering. Harga umbi porang bisa jadi lebih mahal jika proses panennya dilakukan pada musim kemarau atau pada bulan April – Juli saat tanaman porang mengalami masa dorman.

Umbi yang dipanen yaitu umbi yang berukuran besar dan memiliki berat kurang lebih 1 kg per umbi. Sementara itu, umbi yang masih berukuran kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Umbi porang dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

Ciri-ciri tanaman porang yang sudah siap panen adalah jika daunnya telah berwarna kekuningan atau kering dan jatuh ke tanah.

Tanaman porang hanya tumbuh selama 5-6 bulan setiap tahunnya yaitu saat musim hujan. Di luar waktu tersebut, tanaman porang memasuki masa dorman dan daunnya akan layu hingga tampak seperti akan mati.

Satu pohon porang dapat menghasilkan sekitar 2 kilogram umbi, dan sekitar 40.000 tanaman porang dalam satu hektar dapat memanen hingga 80 ton umbi pada tahun kedua panen .

Umbi yang telah dipanen kemudian  dibersihkan dari tanah dan akarnya. Kemudian umbi porang dirajang lalu dijemur di bawah sinar matahari.

Umbi harus dipotong dengan benar, karena hal itu sangat menentukan kualitas porang yang dihasilkan.

Proses perajangan umbi porang ini bisa secara manual maupun dengan menggunakan Mesin Perajang Porang.

Penggunaan mesin perajang porang telah terbukti dapat meningkatkan hasil pengolahan porang karena sangat efisien waktu, tempat maupun tenaga kerja.

Potensi Umbi Porang

Umbi porang yang masih basah dibanderol dengan harga
Rp. 9.000 – Rp. 10.000 per kg . Sedangkan harga porang yang telah diolah dan siap ekspor berkisar Rp. 200.000 – Rp. 300.000 per kg .

Pada tahun 2018, Badan Karantina Pertanian mencatat bahwa ekspor tepung porang mencapai 254 ton dengan nilai Rp 11,31 miliar.
Saat ini sentra pengolahan umbi porang menjadi tepung tersebar di Bandung, Maros, Wonogiri, Madiun, dan Pasuruan.

Selain karena menjadi komoditas ekspor dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, tanaman porang banyak dibudidayakan yaitu karena memiliki manfaat yang beragam. Diantaranya adalah berikut ini:

Dalam bidang Industri:

  1. Membuat isolator listrik.
  2. Bahan baku pembuat lem .
  3. Untuk membuat komponen pesawat terbang
  4. Bahan baku barang industri kosmetik.
  5. Membantu menjernihkan air.
  6. Mengentalkan es krim.
  7. Bahan baku tepung

Dalam bidang kesehatan:

  1. Menurunkan resiko kanker usus.
  2. Merawat kesehatan kulit.
  3. Mencegah penyakit jantung.
  4. Mengatasi peradangan.
  5. Mencegah dan mengatasi penyakit diabetes mellitus.
  6. Membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori.
  7. Menurunkan kadar kolesterol.
  8. Mengatasi sembelit.
  9. Membantu menyembuhkan luka.
  10. Menurunkan tekanan darah

Demikian tadi cara memanen umbi porang dan apa saja potensi yang dimiliki tanaman porang.

Bagi Anda yang ingin memulai membudidayakan tanaman porang, setelah melihat artikel ini jangan ragu untuk memulainya. Karena berbudidaya tanaman porang adalah bisnis yang sangat menjanjikan.

Untuk informasi menarik lainnya Anda dapat mengeceknya di sini.