Nyaman dan Tenang dengan Penguasaan P3K

Anak – anak paling rentan mengalami keadaan darurat. Mama Papa perlu menguasai P3K agar dapat memberikan pertolongan pertama pada si buah hati. Keadaan darurat bisa dialami siapa saja, kapan saja, dan anak-anak adalah anggota keluarga yang paling rentan mengalami keadaan darurat, seperti tersedak, luka, hingga patah tulang. Jadi, penting sekali bagi kedua orangtua dan juga pengasuh anak untuk mempunyai kemampuan kegawatdaruratan. Ingat, lo, walau tampak aman, rumah sebetulnya memiliki banyak potensi bahaya.

Sediakan Perlengkapan P3K di Rumah

Setiap saat, anak bisa saja mengalami kecelakaan. Oleh karena itu, baiknya Mama Papa memiliki kotak P3K di rumah. Simpan kotak perlengkapan itu di tempat yang mudah dijangkau, namun jauh dari jangkau anak-anak. Rumah dan keluarga yang lebih besar mungkin membutuhkan lebih dari satu kotak peralatan P3K. Apa saja yang perlu ada di dalam kotak P3K?

• 1 leaflet berisi petunjuk umum tentang P3K.

• 20 plester steril yang masing-masing terbungkus, dengan berbagai ukuran.

• 2 kasa mata steril.

• 4 triangular bandage, masing-masing terbungkus dan sebaiknya dalam keadaan steril

• 6 buah peniti. • 6 kasa steril medium yang masing-masing dibungkus dan steril (+/- 12cm x 12cm)

• 2 kasa steril besar (+/- 18cm x 18cm).

• 1 pasang sarung tangan sekali pakai. Daftar perlengkapan alat P3K tersebut bukan keharusan, karena beberapa alat yang mirip dapat digunakan. Alat lain seperti gunting, plester panjang dapat disediakan kalau perlu dan dapat disimpan di kotak P3K, atau disimpan di dekatnya.

Hidung/Telinga Kemasukan Benda

Pertolongan Pertama:

1. Jika benda asing masuk ke dalam telinga, miringkan kepala si kecil dengan telinga menghadap ke bawah. Selanjutnya, guncang-guncangkan kepalanya agar benda itu bisa keluar.

2. Jika yang masuk ke dalam telinga adalah serangga, gunakan senter berbentuk pena/bolpoin (pen light) atau senter biasa, dengan harapan serangga keluar menuju cahaya.

3. Jika benda yang masuk ke dalam telinga berupa logam, gunakan magnet kecil untuk menariknya keluar. Pastikan magnet tidak jatuh ke dalam telinga.

4. Jika benda tersebut adalah benda asing lain yang menonjol keluar telinga, gunakan sebatang lidi bersih atau kawat tumpul yang ujungnya sudah ditetesi lem yang tidak menempel di kulit. Selanjutnya, tarik perlahan-lahan saat benda sudah menempel di lem yang mengering.

5. Jika benda tidak terlihat, jangan mengorek-ngorek dengan cara meraba-raba karena dapat membahayakan.

6. Saat melakukan tindakan-tindakan tersebut, mintalah bantuan orang lain untuk memegangi supaya bayi/anak tidak bergerakgerak.

7. Jika benda asing masuk ke lubang hidung, segera bawa ke dokter/UGD terdekat. Jangan dikorek sendiri karena malah akan terdorong semakin dalam.

Selain itu juga agar anak bisa masuk unviersitas luar negeri, konsultan pendidikan luar negeri terbaik bisa menjadi pilihan tepat bagi orangtua. Dengan begitu anak bisa lolos dengan mudah dan bisa kuliah di universitas terkemuka.