Pergumulan Batin Imelda

Siang itu, di lobi apartemen di bilangan Senayan, Jakarta, Imelda Fransisca (32) berbagi cerita tentang pergumulan batinnya antara meraih cita-cita dan kodratnya sebagai seorang ibu. Pergumulan itu berlangsung kurang lebih 4 tahun, sampai akhirnya ia berhasil memutuskan bahwa kodrat utama dirinya adalah ibu rumah tangga. Mengapa? “Saya dan suami memiliki visi have strong family. Untuk itu, masing-masing harus tahu kewajiban dan tanggung jawabnya.

Suami tanggung jawab utamanya sebagai kepala keluarga yang bertugas memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus juga sebagai pengasuh anak-anak untuk membangun karakter anak. Sedangkan istri, sebagai ibu, memiliki tanggung jawab utama dalam mengasuh anak-anak, mengurus rumah tangga. Ibu bertanggung jawab atas perkembangan anaknya karena kelak anak akan menjadi generasi penerus.

Untuk itu, saya harus tahu, apa yang harus didahulukan. Inilah yang menjadi pergumulan saya, antara tanggung jawab dan ambisi. Saya sebagai manusia juga punya ambisi, ingin bikin program ini itu, tapi akhirnya, saya memutuskan untuk memilih dan mendahulukan tanggung jawab saya,” ungkap istri dari Norman Edward Sebastian (31) ini panjang lebar.

Tak heran bila hari-hari Imelda lebih banyak dimanfaatkan untuk mendampingi anak-anaknya, Emily Sebastian (5) dan Sophia Sebastian (18 bulan). Sambil mengajari Emily agar mau berbagi dan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan lantaran rasa ingin tahu yang tinggi, Imelda sekaligus mengamati tahap demi tahap perkembangan Sophia.

Kegiatan ini sangat mengasyikkan, apalagi dirinya memiliki latar belakang ilmu psikologi, jadi bisa menerapkan pengetahuannya untuk mengamati perkembangan dan perilaku anak-anak dalam keseharian. Tentunya, sesekali Imelda melakukan aktivitas di luar rumah, terutama yang berkaitan dengan kegiatan sosial.

Untuk mendekatkan hubungan sekaligus mengurangi kecemburuan kakak-adik, Imelda sering mengajak keduanya main bersama. Bepergian bertiga adalah aktivitas yang selalu dinantikan di sela-sela waktu luang. Meski repot, tapi asyik. Sophia asyik mengamati Imelda berdandan. Biasanya berlanjut dengan keinginannya meniru alias mencoret-coret wajah mamanya. Sophia paling suka berjoget. Kegembiraan langsung tercipta melihat tubuhnya yang meliuk-liuk.

Usia anak – anak sangat mudah sekali mencerna ilmu baru, berikan anak kursus bahasa asing berkualitas agar mereka mendapatkan bekal untuk berkembang di kemudian hari.