Perkembangan Teknologi Dalam Bidang Game

Sejak dulu dunia game adalah salah satu yang sangat diminati. Terutama bagi kaum lelaki dari begitu banyak  kalangan umur. Game atau permainan yang dimainkan juga berbagai jenis seperti game portable, game PC ataupun game mobile. Semakin berlangsung waktu, teknologi dan pertumbuhan game semakin erat bergantung. Teknologi yang dipakai dalam game bisa anda lihat dari logic game, design game, ataupun audio dari game tersebut. Perkembangan Industri Game di Indonesia dibuka pada waktu selama 15 tahun lalu. Waktu itu sudah mulai dengan timbulnya game console seperti Nintendo dan Playstation, Zaman itu pelaku industri game di Indonesia kebanyakan hanya sebagai distributor.

Setelah era game console, masuklah era game online, selama tahun 2000an. Di sini juga mulai bermunculan namanya publisher, yaitu perusahaan atau pribadi yang mempunyai hak ekslusif untuk mengeluarkan atau menjual setiap judul game Salah satu game online yang cukup menyita perhatian penyuka game adalah Ragnarok Online. Developer alias pembuat game ini adalah Gravity Corporation, perusahaan game yang bermarkas di Korea Selatan, namun publishernya adalah PT Lyto Datarindo Fortuna (Indonesia).

Jika anda lihat, Teknologi dalam pertumbuhan game sampai generasi sekarang semakin berkembang, banyak muncul game dengan kualitas tinggi. Dalam penciptaan game diperlukan programmer, designer, music composer, dll. Progammer sendiri bertugas untuk menciptakan logic dalam game, aspek grafis, kecerdasan produksi dalam game, menciptakan efek-efek seperti tumbukan, juga membuat game tools. Sedangkan designer bertugas untuk menciptakan konsep art dari game, menciptakan 2D dan 3D model, serta animasi / karakter dari game. Progammer bekerja dengan banyak penalaran (left brain) dan designer dengan feeling (right brain). Sedangkan untuk music composer bertugas untuk mengatur begitu banyak  hal sehubungan dengan suara dalam game.

Beberapa teknologi pendukung penciptaan game yakni game engine. Dimana untuk menjalankannya dibutuhkan sebuah entry point. Seperti pada C, entry point berupa manfaat main. Biasanya program utama ini relatif pendek, jadi game engine adalah mesin penggerak jalannya sebuah program game. Ada banyak game engine yang dirancang untuk bekerja pada console ataupun operasi desktop seperti Windows. Dalam game engine ada fungsi-fungsi yakni Rendering Engine, Physical Engine, Sound Script, Animation, Artificial Intelligence, Network, Streaming, Memory Management, dan Scene Graph. Elemen pada Game Engine seperti:

1.Tools untuk penulisan data seperti 3D model editor, level editor ataupun graphic design.

System untuk mengerjakan komunikasi dengan hardware dari game tersebut. Dalam system dilakukan inisialisasi, update, dan penonaktifan sub system.

2.Console memudahkan untuk mengolah setting game atau setting game engine tanpa perlu mengerjakan restart pada game.

3.Support yang berisi begitu banyak  rumus matematika seperti vector, matrix, memory manager, yang adalah dasar dari game engine.

4.Game Interface adalah perantara antara game engine dan game itu sendiri, sehingga memudahkan jika ingin dilakukan perubahan.

5.Engine core yang mengandung Visibility, Collision Detection dan Response, Camera, Static Geometry, Dynamic Geometry, Particle Systems, Billboarding, Meshes, Skybox, Lighting, Fogging, Vertex Shading, dan

Selain itu pendukung lainnya adalah game development tools yang adalah software untuk membantu dan memfasilitasi penciptaan video game. Dengan ini, dapat membantu konversi penciptaan game seperti 3D model yang dibutuhkan untuk video game. Beberapa contoh game development tools yakni RAD Game Tools, Java Game Development Tools, dan Garage. Ada pun Graphic Design Accelerometer yang bermanfaat untuk mengukur ketepatan akselerasi grafis dalam game. Tentu mungkin masih banyak teknologi lain yang dipakai dalam penciptaan game. Dengan teknologi yang modern itu terbentuk game yang baik pula, karena itu sebagai pemakai anda harus sering kali bisa bertindak bijak dalam memakai game.