Sasaran Proyek Rumah Subsidi

Hamparan padi yang tampak mengering akibat musim kemarau yang ekstrem menemani perjalanan rumah menyusuri kecamatan Maja, kabupaten Lebak, provinsi Banten. Di kanankiri jalan, hamparan sawah dan bukit-bukit hijau memang masih menjadi pemandangan yang lazim ditemui di kawasan ini. Selebihnya, tempat ini masih didominasi rumah-rumah warga yang masih kental dengan nuansa kampung halaman. Meski dilanda musim kemarau dan cuaca panas yang ekstrem, kawasan Maja masih menyuguhkan udara segar tanpa terpaan polusi. Pasalnya, Maja masih dipenuhi pohonpohon rindang yang membuat suasananya terasa sejuk dan asri.

Memiliki Prospek Yang Cerah

Kawasan di kabupaten Lebak, Banten, ini tercatat memiliki luas area mencapai 18.000Ha.Maja dapat diakses melalui jalan tol Jakarta-Rangkas Bitung, dengan keluar pintu tol Balajara Barat. Dari Jakarta, Anda butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di kawasan ini. Selain melalui tol, Anda juga dapat menggunakan moda KRL commuter line dengan tujuan Jakarta—Serpong—Maja yang memakan waktu 1,5 jam.

Ketertarikan RUMAH mengangkat Maja karena kota ini dikabarkan akan menjadi kota satelit— kota mandiri—sehingga kami menganggap kota ini memiliki prospek yang cerah ke depannya. Selain itu, kawasan ini dilalui KRL yang dapat memudahkan orang untuk mobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Eddy Ganefo, Ketua DPP APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia), membeberkan bahwa pengembangan kawasan Maja sebenarnya sudah direncanakan sejak dulu.

Perencanaan kota satelit ini sama halnya seperti yang pernah dilakukan pada kawasan Serpong dan BSD City, yang sudah direncanakan sejak 10 tahun sebelumnya. “Maja akan menjadi sebuah kawasan yang cocok untuk membangun hunian MBR,” ujar Eddy menambahkan. Bahkan, tak hanya pengembang swasta yang mulai tertarik menyentuh kawasan ini, pemerintah pun dibuat jatuh hati.

Perbaikan Stasiun Kereta

Menurut Ferry Salanto, Associate Director Colliers Internasional, yang menandakan sebuah kawasan akan berkembang adalah bila didukung oleh infrastruktur yang memadai. Dalam hal ini, Maja memiliki moda transportasi KRL commuter line yang memudahkan akses menuju pusat kota, Jakarta. Saat ini, stasiun Maja sudah mengakomodasi jalur KA ganda antara Parungpanjang—Maja. Sementara itu, bangunan stasiun sampai saat ini masih dalam proses peremajaan.

Stasiun Maja akan dibangun 2 lantai, dengan bangunan lantai bawah seluas 1.612m2 dan bangunan lantai bawah 2.343m2. Menurut rencana, bangunan lantai bawah terdiri dari peron dan area parkir, sedangkan lantai atas merupakan area pelayanan umum, seperti lobi, ticketing, kios, musala, toilet, dan fasilitas elevator untuk penyandang difable (cacat). Optimalisasi infrastruktur ini juga dinilai akan meningkatkan perekonomian masyarakat Maja dan Lebak.

Hal inilah yang ingin dicapai oleh pemerintahan Banten, dalam mengembangkan kawasan ini. Odah (45), warga kecamatan Maja yang juga memiliki rumah di Duri, Jakarta, mengaku berkunjung ke Jakarta setiap 2 minggu menggunakan KRL. Ketimbang menggunakan bus, moda KRL lebih murah dan cepat ketimbang melalui jalan tol yang waktu tempuhnya tidak bisa diprediksi. Diakuinya, Maja dulu dan sekarang sudah banyak mengalami perubahan. “Jalan-jalan sudah diperbaiki, ada komplek perumahan, dan bahkan katanya mau dibangun bandar udara internasional,” ujar Odah bercerita.

Jadi Incaran Pengembang

Salah satu pengembang besar yang sudah menancapkan proyek properti di kawasan ini adalah PT Ciputra Residence, Ciputra Group, yang membangun perumahan Citra Maja Raya yang berlokasi di Desa Pasir Kembang dan Desa Curug Badak. Walaupun tidak bisa dijadikan tolak ukur, kehadiran pengembang sekaliber Ciputra dirasa akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan kawasan ini. Pengembang lain yang juga turut mengendus peluang ini adalah PT Agung Podomoro Land (APLN) yang sudah mengantongi tanah seluas 300Ha.

Indra W. Antono, Marketing Directur Agung Podomoro Land mengatakan saat ini APLN masih menunggu pemerintah menambah dan membenahi infrastruktur berupa jalan dan transportasi sehingga dapat menjangkau Maja dengan lebih cepat. Bila infrastruktur sudah terbangun maka APLN pun akan mulai menggarap proyek hunian. Diakui Indra, Maja merupakan kawasan yang potensial karena masih memiliki pasokan tanah yang melimpah dan lingkungan yang masih asri.

Rumah yang telah jadi tentunya tidak lengkap jika tidak ditambahkan sebuah genset. untuk mendapatkan genset yang murah bisa mendaptkannya dari suplier distributor genset 1500 kva di Jogja. Salah satu distributor resmi genset silent di Jogja adalah PT. Rajawali Indo yang selalu memberikan harga diskon.