Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Berskala Besar

Sebagai negara yang baru-baru ini terlihat dari daftar negara berkembang, Indonesia bukan ulang cuma dipandang sebagai negara agraris, namun termasuk menjelma sebagai negara obyek para investor.

Hal ini mengakibatkan banyak bermunculan kawasan komersil baru di seluruh Indonesia, yang tentunya diikuti pula bersama kebutuhan air bersih di kawasan komersial yang turut meningkat.

Contohnya seperti yang berlangsung di DKI Jakarta. Per th. 2019 saja tercatat tersedia sekitar 59 gedung perkantoran baru yang siap digunakan bersama perkiraan luas menggapai 2.629.708 meter persegi. Melihat perkembangannya yang lumayan signifikan, suplai air bersih jadi kendala yang kudu diselesaikan oleh pengelola gedung untuk kenyamanan penyewa gedung.

Rekomendasi distributor : Water meter itron

Belum ulang problem lingkungan yang ditimbulkan kalau ternyata sumber air di kawasan komersiltidak punya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tepat.

Menurut information yang disatuka oleh Tempo pada th. 2019, Pemerintah DKI Jakarta termasuk sedang gencar-gencarnya mengajak kawasan komersil di Jakarta, terlebih di kawasan segitiga emas untuk turut dan juga melaksanakan konservasi lingkungan. Caranya adalah efisiensi untuk kebutuhan air bersih di kawasan komersial.

Dari sidak yang dilakukan, tercatat cuma beberapa kantor saja yang udah melaksanakan efisiensi tersebut. Rata-rata kebutuhan suplai air bersihjuga udah menggapai 1.300 meter kubik tiap-tiap harinya.

Ketersediaan air bersih berikut baru untuk gedung perkantoran saja, belum ulang bagian kawasan komersil lain seperti pasar, terminal, tempat tinggal tinggal, dan layanan publik lainnya yang memerlukan suplai airyang tidak sedikit jumlahnya.

Menurut information dari Kompas di th. 2019 saja menyebutkan bahwa PAM Jaya belum mengakomodir air bersih untuk 40% warga DKI Jakarta.

Dengan demikian, terobosan untuk sedia kan sumber air di kawasan komersial sangatlah dibutuhkan. Lantas, bagaimanakah langkah untuk mengatasinya?

Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Berskala Besar

Perlu Anda ketahui, secara umum Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berskala besar terbagi dalam beberapa jenis dan sudah digunakan, yaitu:

  • IPAL Industri, yang ditujukan untuk kawasan industri yang memiliki keluaran air limbah yang cukup besar. Proses yang cukup massif dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga memungkinkan kawasan industri memiliki suplai air bersih yang cukup berkat daur ulang air limbah yang dapat dikonsumsi kembali.
  • IPAL Pertanian, yang ditujukan bagi kawasan pertanian dan peternakan yang memiliki air limbah yang berasal dari aktivitas penggunaan pestisida maupun kotoran hewan ternak. Dengan mengolah kembali air limbah, kebutuhan air bersih pun dapat terjamin.
  • IPAL Perkotaan, yang diperuntukkan bagi kawasan padat penduduk yang memiliki keluaran air limbah rumah tangga seperti kotoran (black water) dan sisa pencucian (grey water). Dari air limbah tersebut, nantinya suplai air bersihbisa didapatkan.

Melihat beberapa jenis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di atas, tentunya sistem ini juga dapat diterapkan untuk kawasan komersil. Dengan menerapkan sistem IPAL, nantinya sumber air yang berasal dari keluaran limbah rumah tangga dapat didaur ulang untuk dapat dikonsumsi kembali. Proses pengolahan ini melibatkan beberapa proses seperti:

  • Pengolahan Pertama (primary treatment) untuk memisahkan zat padat dan cair dengan memanfaatkan filter dan bak sedementasi.
  • Pengolahan Kedua (secondary treatment) untuk menstabilisasi zat organic dan menghilangkan partikel koloid di dalam air limbah.
  • Pengolahan Lanjutan (tertiary treatment) untuk memastikan kembali unsur berbahaya di dalam air sudah hilang, dengan memanfaatkan senyawa kimia.

Nantinya, setelah melewati proses di atas, air limbah yang telah diolah dapat digunakan sebagai suplai air bersih yang bisa dialirkan ke rumah tinggal, gedung perkantoran, pasar, terminal, dan fasilitas public lainnya yang membutuhkan air untuk kebutuhan konsumsi. Dengan cara ini, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama layaknya air PDAM  yang dialirkan lewat pipa-pipa untuk pemenuhan air bersih di kawasan komersil.