Tahapan tahapan sekolah kedokteran

Sekolah kedokteran memiliki sistem yang jauh berbeda dari jurusan di universitas secara umum. Mari kita urutkan tahapan bagaimana Anda akan menjalani kehidupan di sekolah kedokteran.

Mau lulus seleksi kedokteran ? ikut saja Bimbel jaminan masuk Kedokteran PTN UI UNPAD terbaik

Durasi untuk menyelesaikan studi menjadi dokter setidaknya 6 tahun. Angka 6 tahun jika Anda rajin belajar dan konsisten. Jika Anda kuliah, Anda laki-laki, itu bisa jauh lebih lama dari itu. Tergantung pada sistem masing-masing universitas.

  1. Program Kuliah Sarjana Kedokteran (S1)
    Setelah dinyatakan lulus dan diterima sebagai siswa baru di Departemen Medis, Anda akan menjalani program sarjana medis. Dalam program ini, Anda tidak akan belajar dengan sistem yang cepat dalam semalam karena tidak mungkin menelan ribuan halaman semalam. Anda juga tidak akan mengikuti sistem kredit atau SKS di perguruan tinggi seperti kuliah lainnya. Anda akan menjalani sistem blok.

Dalam 1 blok, Anda akan belajar tentang satu sistem organ, mulai dari fungsi dasarnya, penyakit, obat-obatan yang dapat bekerja dalam sistem organ, bagaimana memeriksa pasien dan interpretasi ujian laboratorium dalam kasus gangguan organ. Contoh blok di sekolah kedokteran:

  • Fundamental and Basic Sciences
  • Cardiology and Circulatory and Respiratory System
  • Neurobehavior and Special Senses System
  • dll

Satu semester tidak bisa dijamin dibagi hanya 1 atau 2 blok saja. Sebagai contoh, semester pertama saya diisi oleh 4 blok, sedangkan semester berikutnya hanya 1 blok saja, dan semester-semester lainnya diisi rata-rata oleh 2 blok.

Pada akhir masa tiap blok, kalian akan menghadapi beberapa jenis ujian:

A. Ujian OSCE

Ujian keterampilan memeriksa “pasien pura-pura” atau manekin dan menafsirkan hasil pemeriksaan menjadi diagnosis. Ujian ini terkenal “horror” di kalangan mahasiswa Kedokteran karena dilaksanakan dalam waktu singkat dan diawasi langsung oleh dokter penguji.

Sumber: http://fk.unand.ac.id/index.php/en/home/895-uji-coba-ujian-osce-ukdi

B. Ujian Teori Tertulis

Kalo Ulangan di Sekolah atau Ujian Semester biasanya soal PG kamu berapa nomor? 40 nomor? 50 nomor? Di ujian tertulis kedokteran, soal Pilihan Ganda yang jumlahnya mencapai 500 soal sekali ujian. 

C. Ujian Teori Oral

Kamu harus menjelaskan secara lisan 1 kasus pasien, mulai dari konsep sains dasarnya, penatalaksanaan (treatment), alasan-alasan mengapa tindakan tersebut diambil, serta ekspektasi ke depannya dari kondisi pasien ini.

Memasuki tahun terakhir perkuliahan, kamu akan lanjut mengerjakan Skripsi. Sekelar skripsi, kamu pun bisa lulus S1 dan menjalani wisuda sebagai Sarjana Kedokteran (S.Ked). Waktu yang dibutuhkan untuk lulus S1 adalah sekitar 4 tahun. Inget ya, lulus S1 status kamu itu baru jadi seorang Sarjana Kedokteran, belum jadi dokter. Untuk jadi dokter itu masih sangat jauh langkah yang harus ditempuh.

2. Program Profesi Dokter

Perjuangan belum selesai ketika kalian wisuda S1 Kedokteran. Kamu “baru dapat ilmunya”, tapi belum bisa bekerja sebagai dokter profesional. Oleh karena itu, kamu akan lanjut mengambil Program Profesi Dokter dan menjadi dokter muda, atau istilah populernya Koas.

Sumber: https://soniarahma.wordpress.com/2014/04/05/pembekalan-koas/

Pada program Profesi Dokter, kamu akan masuk ke tahap stase (di negara lain sering disebut rotasi). Kalian akan dirotasi dari bagian ke bagian di rumah sakit untuk mempelajari kasus-kasus dokter umum yang tertera di Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Ada sekitar 400an kasus yang harus bisa kalian tangani tanpa bantuan, seperti penyakit dalam, bedah, penyakit anak, kandungan, dll. Pada masa ini, seorang koas tidak akan digaji. Malahan kamu masih tetap harus bayar biaya pendidikan ke pihak fakultas supaya bisa belajar di RS.

Beberapa orang sangat senang saat masuk sistem rotasi ini karena mereka bisa berinteraksi dengan pasien langsung serta melihat kasus di kehidupan nyata, bukan pada lingkungan yang sudah di-setting saat kuliah. Di sisi lain, beberapa ada yang sangat tidak menikmati sistem ini (baca: sangat tersiksa) karena sudah dihadapkan oleh kenyataan bahwa seorang dokter harus tahan bekerja 24 jam tanpa tidur, makan, minum, ke toilet, bernapas (oke ini lebay), dan lain-lain untuk menempa ilmu di RS.

Pada akhir tiap stase/rotasi, akan ada ujian juga. Metode ujian yang pasti kalian hadapi adalah Mini Case Examination (Mini-C-Ex): kalian akan mewawancarai, memeriksa, menganalisis, serta meresepkan obat pada seorang pasien langsung sambil diawasi dosen/preceptor. Pada beberapa rotasi dan bagian, kadang ada ujian tambahan, seperti ujian lisan, ujian baca foto rontgent pada bagian radiologi, dll.

Kamu akan terus mengikuti ritme ini sampai sekitar 1,5-2 tahun hingga kalian dinyatakan lulus program profesi dokter.

3. Ujian Sertifikasi

Setelah kalian lulus semua rotasi, kalian wajib mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). UKMPPD ini akan menguji keterampilan dan pengetahuan kamu untuk menangani 400an kasus yang ada di SKDI. 400an kasus ini lah yang harus dapat kamu tangani baik secara sebagian atau penuh ketika kamu bekerja menjadi dokter umum nantinya.

Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5102460ae574b4703e000007/5-tahapan-jadi-dokter/

4. Lulus Dokter

Persiapan Ujian Sertifikasi dan pengurusan hal administrasi lainnya bisa memakan waktu 3-4 bulan. Jika sudah dapat tanda lulus UKMPPD, fakultas akhirnya menyandangkan gelar dokter. Kamu akan mengikuti wisuda (lagi) dan mengikrarkan Sumpah Dokter. Oke, sampai tahap ini kamu bisa dibilang sudah bisa berhasil menyandang status sebagai seorang dokter. Horeee…!! Eit, tunggu dulu. Walaupun sudah jadi dokter, tapi kamu belum boleh praktik! Lho kok gitu?